Surat yang (belum) Tersampaikan


Dear ____
Temanku, yang maaf aku menyayangimu.

Andai kamu tau, 
Seberapa besar peduli ku ke kamu.
Betapa sulit nya aku untuk melawan rasa peduli ku,supaya aku tak lagi terlihat bodoh.
Betapa sulit nya aku menahan untuk biasa melihat semua tentang mu yang tak lagi melihat ku.
Betapa sakitnya untuk menipu, bermain total menyangkal, semua perasaan ini.
Rasa ini ada. Baik aku maupun kamu, tak ada yg peduli.

Jika kamu tau, akupun sudah tau jawabannya.
Kamu akan tetap pada option pertama mu.

Dia yang kamu lihat lekat lekat. Aku yang kamu lihat sepintas.

Dia yang kamu korbankan. Aku yang berkorban demi kamu.
Disini, sudah terjelaskan bodohnya aku.

Maaf, dalam hal ini pun aku masih belum jujur.
Jujur bahwa aku ternyata ada rasa yang tak biasa.

Maaf,
..sudah telanjur nyaman.
..sudah terlanjur sayang.
..terlalu ambil hati dari semua tentang kamu.
Bercanda kamu. Tawa kamu. Dan segalanya.

Aku tau. Semua itu (tidak) serius.
Tapi kamu tau imbas dari hal itu? Rumit.
Dari hal ini aku selalu mendoktrin untuk terus tetap menipu diri untuk percaya bahwa rasa ini tak ada apa-apanya.

Hingga ada kesempatan bercerita, aku ingin bercerita.
Tolong, kali ini dengarkan.
Tak perlu kata bijak.
Apalagi makian.
Hanya butuh sepasang telinga yang siap mendengar.
Dan setelahnya, aku percaya bahwa aku benar. Benar. Benar tentang apa yang ku rasa.
Yang kurasa, yang ku simpan, hanya diriku.
Ternyata, hanya diriku.
Sederhana nya, ini semua secara sendiri.
Yang hanya ada diriku seorang.

Terimakasih.
Dari diriku, yang selalu disampingmu.
Yang tak pernah lupa dengan mu.
Yang selalu mengharapkan mu.
Yang selalu percaya bahwa kamu ternyata luka dalam rasaku.
Dan yang kamu lihat sebagai abu abu.

Sebelumnya tak pernah seperti ini.
Tolong, jauhi aku.
Lukai aku, agar aku menjauh dan lupa.
Selalu disampingmu, disisi mu namun tak kau lihat sangat menyakiti hati.
Meskipun aku tak ingin merasa,
namun bagaimana ?
Ternyata aku benar manusia bukan?

Untuk kamu yang selalu menganggap semua adalah candaan, aku tak meminta untuk ikut merasakan.
Candaan mu, hebat.

Ada di antara 2 insan yang mengikat. Bayangkan..











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opini Patah Hati

Surat yang (belum) Tersampaikan (2)

Tak Ingin Pergi